Ke Karimunjawa Modal Nekat Dengan Budget 400 Ribu!


Kamis tengah malam itu, di saat orang-orang tidur nyenyak, gue dan tujuh teman sedang bersiap untuk berangkat ke Karimunjawa hanya dengan modal nekat tanpa persiapan matang. Jam 1 dini hari kami berangkat dari Semarang menuju Pelabuhan Kartini Jepara dengan mengendarai empat motor matic. Dinginnya udara tengah malam kerasa sampai ubun-ubun. Brr!

Kami sampai di Pelabuhan Kartini Jepara jam 4 pagi untuk selanjutnya menyebrang ke Pulau Karimunjawa. Kapal Siginjai yang akan menyebrangkan kami berangkat jam 6 pagi. Ada waktu tunggu 2 jam, gue gunain untuk tidur di salah satu warung di pelabuhan.

Setelah membeli tiket kapal seharga Rp57.000,- untuk penumpang (update 2018: Rp72.000,-) dan Rp25.000,- untuk tarif motor (update 2018: Rp27.000,-), jam 6 pagi kami naik ke Kapal Siginjai kelas ekonomi.
Silau men
Ini tiket Kapal Siginjai. Agak kesel sih waktu itu...
Perjalanan menggunakan Kapal Siginjai yang memakan waktu 4-5 jam ini kami gunakan untuk berfoto di beberapa spot menarik di atas kapal dan berkenalan dengan bule.

Sekitar jam 10 siang kami menginjakkan kaki di Pulau Karimunjawa dan langsung lanjut mencari masjid untuk solat Jumat. Sementara temen-temen cowok gue solat Jumat, kita-kita 4 orang cewek mencari penginapan.

Banyak tawaran penginapan dari warga sekitar. Mereka menyewakan rumahnya untuk dijadikan penginapan dengan fasilitas seadanya tapi harganya juga murah banget! Akhirnya kami memilih menginap di penginapan rumah warga dengan harga Rp80.000,- per kamar untuk satu malam. Kami menyewa dua kamar untuk dua malam. Satu kamar diisi 4 cowok dan satu kamar lain untuk 4 cewek.

Setelah mandi dan membersihkan diri dari debu-debu Semarang-Jepara, kami mencari makan siang di pinggir jalan dengan harga 10.000-an dan menuju ke Bukit Joko Tuwo untuk menikmati sunset. Tarif memasuki Bukit Joko Tuwo hanya Rp10.000,- waktu itu. Bukit Joko Tuwo ini punya beberapa spot untuk dikunjungi. Kita harus menaiki anak tangga untuk menuju ke spot-spotnya. Kami memilih spot paling dekat karena waktu yang mepet.


Sunset dengan background pulau-pulau kecil sekitar Karimunjawa
Keesokan harinya, pagi hari kami mencari persewaan peraahu dan alat snorkeling untuk bersnokel ria di pulau-pulau sekitar Karimunjawa. Setelah mencari dan menawar, akhirnya kami mendapatkan kapal plus alat snorkeling plus guide plus solar plus makan siang dengan harga Rp100.000,- per orang.

Kami mengunjungi beberapa pulau seperti Pulau Menjangan Besar, Menjangan Kecil, Cemara Kecil, dan Tanjung Gelam. Di Pulau Menjangan Besar kami menikmati adrenalin dengan masuk ke kolam yang penuh dengan hiu di tempat penangkatan hiu. Seharusnya pengunjung harus membayar tiket masuk Rp40.000,- . Tapi karena gue berhasil sepik-sepik bapak syahbandar Karimunjawa, kami pun gratis masuk penangkaran hiu ini. Hahaha.

Terlihat terlihat tenang padahal deg-degan
 Snorkeling di pinggiran Pulau Menjangan Kecil dan Tanjung Gelam adalah hal yang nggak bisa gue lupain. Airnya tenang, bersih, dan karangnya bagus-bagus. Dari atas perahu gue bisa melihat karang-karang di bawah air karena karang disini cuma ada di kedalaman setengah meter. Gue beruntung juga karena waktu itu buln Agustus air laut masih surut. Selama snorkeling pantat gue sering kena karang juga. Tapi buat kalian yang mau liburan kesini hati-hati ya. Jangan sampai ngerusak karang.

Gue kehilangan foto-foto underwater bersama laptop yang dimaling :(
Pasir putih dan bening airnya bikin nagih!
Setelah puas dengan snorkeling di beberapa spot underwater dan menikmati sunbath di Tanjung Gelam dengan pasir putihnya, kami kembali ke Pulau Karimunjawa jam 4 sore. Kami langsung menuju ke Bukit Joko Tuwo lagi untuk mengunjungi spot yang lebih tinggi dari sebelumnya dan menikmati sunset. Spot ini namanya Bukit Cinta.

Landmark Karimunjawa

Malamnya, kami menikmati seafood di Alun-alun Karimunjawa yang penuh dengan pilihan makanan. Sebagai pecinta seafood berkantong tipis, gue benar-benar excited. Banyak banget pilihan seafood dan harganya murah. Gue cuma menghabiskan uang sekitar Rp25.000,- untuk makan seafood disini.

Penjual seafood di Alun-alun Karimunjawa menjual ikan, udang, lobster, dan lain-lain dalam keadaan mentah bahkan masih hidup. Kami bisa memilih sendiri hasil laut apa yang ingin kami makan dan si penjual akan segera mengolahnya menjadi masakan yang enak sesuai keinginan. Jadi benar-benar segar seafood di Alun-Alun Karimunjawa ini.

Minggu pagi jam 5 kami harus segera menuju dermaga untuk kembali ke Jepara dengan Kapal Siginjai. Harga tiket kapal sama dengan ketika kami berangkat.

Minggu siang gue dan teman-teman sampai di Jepara dan langsung pulang menuju ke Semarang dengan membawa pengalaman traveling yang menyenangkan dan kulit yang menghitam. Gue nggak masalah. Karena menghitamnya kulit ini sebagai bukti bahwa gue sudah pernah dan menikmati shirt trip di Karimunjawa.

Untuk trip Karimunjawa ini gue cuma menghbiskan uang Rp430.000,- aja. Rp30.000,- gue pakai buat beli celana pantai di Alun-alun. Hehe.

Gue selalu punya rencana kembali lagi ke Karimunjawa meskipun belum tau kapan. See you again Karimunjawa!

1 komentar:

Heriand.com mengatakan...

Wah luar biasa sih ini, ke Karimun Jawa cuma 400ribu!
Dulu saya ke Karimun Jawa habis 1jutaan. Maklum, jalannya dari Jakarta. :D

Posting Komentar